Selamat Datang di Web ku

Selamat Datang di Web ku
Anggrek Ungu

Rabu, 29 Juni 2011

Analisis Unsur Intrinsik Novel Ayat Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar di SMP Kelas VIII Semester 2.


BAB I
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang Masalah
Menurut  Yandianto (2003:35), bahasa didefinisikan sebagai alat untuk berkomunikasi. Pendapat ini diperkuat oleh Tarigan (1981:10) yang mengatakan bahwa bahasa dipergunakan sebagai alat untuk berkomunikasi. Komunikasi dapat dipandang sebagai suatu kombinasi perbuatan-perbuatan atau tindakan-tindakan serangkaian unsur-unsur yang mengandung maksud dan tujuan, Tarigan (1981:11). Oleh karena itu, dengan komunikasi dapat mempermudah dalam proses interaksi. Dengan kata lain, bahasa memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.
Bahasa memiliki peran sentral dalam mengembangkan intelekutal, sosial, dan emosional peserta didik, Suharyati (2007:1). Dikatakan demikian karena dengan bahasa, peserta didik akan berupaya untuk menjaga hubungan dengan sesama individu ataupun dengan lingkungan, sehingga dapat berdampak pada peningkatan intelegensi dan emosional peserta didik.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka diperlukan suatu pembelajaran yang mampu merangsang peserta didik untuk dapat meningkatkan komunikasi peserta didik. Pembelajaran itu adalah pembelajaran bahasa. Dengan pembelajaran bahasa ini diharapkan mampu mempermudah peserta didik dalam mengenal kepribadiannya, budayanya, dan budaya orang lain.
Budaya diartikan sebagai pikiran, Yandianto (2003:56). Dengan demikian hasil budaya merupakan hasil cipta atau pemikiran manusia. Salah satu hasil budaya yang dapat ditemukan di masyarakat yaitu hasil sastra.
Menurut Sumardjo dan K.M (1987:1),  sastra didefinisikan sebagai karya dan kegiatan seni yag berhubungan dengan ekpresi dan penciptaan. Sastra memiliki fungsi sebagai penghalus budi pekerti, peningkatan kepekaan, rasa kemanusiaan atau kepedulian sosial, penumbuhan apresiasi budaya dan penyaluran gagasan, imajinasi dan ekpresi secara kreatif dan konstruktif, baik secara lisan maupun tertulis Suharyati (2007:2).
Dalam perkembangan sastra Indonesia, hasil sastra memiliki ragam bentuk. Salah satu bentuk karya sastra Indonesia adalah Novel. Novel memiliki kedudukan penting dalam perkembangan sastra Indonesia. Perkembangan novel Indonesia pernah mengalami masa keemasan pada jaman Balai Pustaka dan Pujangga Baru yang pada waktu itu dikenal dengan istilah roman seperti yang diungkapkan Rosidi (1991:9).
Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), pengajaran Apresiasi Bahasa dan Sastra Indonesia terdiri dari aspek mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Pembelajaran menganalisis novel di kelas VIII SMP terdapat dalam aspek membaca dengan Standar Kompetensi “Memahami buku novel remaja (asli atau terjemahan) dan antologi puisi” dan Kompetensi Dasar “Menjelaskan alur cerita, pelaku, dan latar novel (asli atau terjemahan)” serta indikatornya “Menganalisis keterkaitan antar unsur intrinsik dalam teks drama”.
Cerita sastra bersifat fiktif, maka seorang guru harus pandai memilih bahan ajar sastra, terutama buku bacaan sastra untuk dibaca peserta didik haruslah bacaan yang mengandung nilai-nilai moral yang tinggi dan mendidik. Hal itu disebabkan kesan yang terkandung dalam bacaan akan mempengaruhi kejiwaan peserta didik.
Pembelajaran sastra yang baik tidak hanya diisi dengan penjelasan-penjelasan teori dan ilmu sastra tetapi pembelajaran sastra harus mampu meningkatkan kompetensi berbahasa peserta didik. Oleh karena itu, peserta didik harus dapat mengapresiasi karya sastra serta memahami makna sastra itu sendiri, sehingga peserta didik akan termotivasi dan meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap sastra.
Pembelajaran sastra diharapkan dapat membantu peserta didik dalam memahami, menikmati, dan menghayati karya sastra, Depdiknas (Suharyati, 2007:2). Oleh karena itu, guru sebagai pendidik tidak hanya berperan sebagai penyalur pengetahuan-pengetahuan sastra saja, tetapi harus mampu mengembangkan pengetahuan tersebut dan membekali peserta didik dengan keahlian mengapresiasikan sastra.
Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya bahwa salah satu bentuk karya  sastra Indonesia adalah novel. Menurut Zaidan (2007:136), novel diartikan sebagai jenis prosa yang mengandung unsur tokoh, alur, latar rekaan yang menggelarkan kehidupan manusia atas dasar sudut pandang pengarang dan mengandung nilai hidup, diolah dengan teknik lisahan dan ragaan yang menjadi dasar konvensi penulisan.
 Dalam novel terdapat unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik yang meiputi tema, alur (cerita), penokohan (watak), latar (setting), amanat (pesan), sudut pandang, dan gaya bahasa. Sedangkan unsur ekstrinsik meliputi unsur religi, sosial, moral, politik, kebudayaan, ekonomi, pendidikan, sejarah, dan lain sebagainya.
Penelitian terhadap novel tujuannya untuk mengetahui seluk-beluk yang tersurat dalam novel dan mengungkapkan unsur-unsur novel didalamnya seperti yang telah diuraikan sebelumnya.
Novel Ayat Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy yang terbit pada tahun cukup menarik untuk dijadikan bahan penelitian untuk penulisan skripsi. Novel Ayat Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy terdiri dari 33 bab, mencapai 403 halaman dengan ilustrasi jilid gambar seorang perempuan bercadar, judul ditulis dengan warna hitam dan putih, sedangkan nama pengarang ditulis dengan tinta berwarna hitam dan nama penerbit ditulis dengan warna putih, diterbitkan oleh Republika dengan ukuran kertas 20,5 cm x 13,5 cm.
Berdasarkan permasalahan di atas, penulis merasa tertarik untuk menganalisis unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Ayat Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy dan menjadikannya sebagai bahan ajar dalam Kompetensi Dasar “Menjelaskan alur cerita, pelaku, dan latar novel (asli atau terjemahan)”.
Untuk itu, dalam penulisan skripsi ini penulis mengambil judul Analisis Unsur Intrinsik Novel Ayat Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar di SMP Kelas VIII Semester 2.
1.2        Pembatasan Masalah
Bertolak dari latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka permasalahan penelitian dapat diidentifikasi sebagai berikut,
1.      Unsur sastra yang dianalisis terbatas pada unsur intrinsik yang meliputi alur, pelaku, dan latar novel
2.      Novel yang dianalisis terbatas pada novel yang berjudul “Ayat Ayat Cinta” Karya Habiburrahman El Shirazy
3.      Penyusunan model bahan ajar terbatas pada kompetensi dasar “Menjelaskan alur cerita, pelaku, dan latar novel (asli atau terjemahan)”.

1.3  Perumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah yang telah dikemukakan di atas, penulis dapat merumuskan masalah ke dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut,
1.      Sejauh manakah siswa memahami unsur intrinsik alur cerita, pelaku, dan latar novel yang berjudul “Ayat Ayat Cinta” Karya Habiburrahman El Shirazy
2.      Bagaimanakah menyusun bahan ajar menganalisis unsur intrinsik novel dengan memanfaatkan hasil analisis alur cerita, pelaku, dan latar novel yang berjudul “Ayat Ayat Cinta” Karya Habiburrahman El Shirazy





1.4        Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.4.1 Tujuan Penelitian
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang unsur intrinsik novel Indonesia dan bahan ajar untuk siswa SMP kelas VIII semester 2.
Adapun secara khusus tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk memperoleh gambaran tentang alur cerita, pelaku, dan latar novel yang berjudul “Ayat Ayat Cinta” Karya Habiburrahman El Shirazy
2.      Menyusun model bahan ajar dengan memanfaatkan hasil analisis unsur instrinsik alur cerita, pelaku, dan latar novel yang berjudul “Ayat Ayat Cinta” Karya Habiburrahman El Shirazy

1.4.2 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat , terutama bagi penulis, guru, siswa dan pembaca.
1.      Manfaat bagi penulis
a.       Manfaat administratif yaitu administrati penelitian yang penulis lakukan bisa dijadikan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan pada program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, di STKIP Subang
b.      Manfaat teoritis yaitu menambah wawasan khususnya tentang masalah yang diteliti
c.       Manfaat praktis yaitu bertambahnya pengalaman dalam melakukan penelitian khsusnya penelitian kualitatif tentang unsur intrinsik novel (asli atau terjemahan)

2.      Manfaat bagi guru
a.       Sebagai salah satu sumber informasi tentang keberhasilan mengajar yang dilakukannya, khususnya materi tentang unsur intrinsik novel (asli atau terjemahan) sehingga dapat mencari solusi untuk menutupi kekuranganya
b.      Sebagai sumbangan pemikiran bagi guru bahasa Indonesia dalam upaya meningkatkan kualitas keterampilan mengapresiasi sastra bagi siswanya
c.       Sebagai bahan pertimbangan bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa indonesia, khususnya sastra
d.      Bisa memanfaatkan bahan ajar hasil penelitian.

3.      Manfaat bagi siswa
a.       Mengetahui kemampuan siswa dalam mengapresiasi karya sastra
b.      Menambah keterampilan siswa dalam mengapresiasi karya sastra
c.       Menarik minat baca siswa terhadap karya sastra

4.      Manfaat bagi pembaca
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk menambah pengetahuan dan pengalaman dalam mempelajari unsur intrinsik novel

1.5        Anggapan Dasar
Anggapan dasar adalah salah satu patokan untuk mengarahkan penulis pada permasalahan penelitian. Adapun anggapan dasar dalam penelitian ini yaitu :
1.      Karya sastra pada dasarnya dibangun oleh unsur intrinsik da unsur ekstrinsik. Karena novel yang berjudul “Ayat Ayat Cinta” Karya Habiburrahman El Shirazy termasuk karya sastra, maka dapat dianalisis dari segi instrinsiknya
2.      Ketercapaian tujuan pembelajaran ditentukan oleh berbagai faktor, diantaranya adalah ketepatan bahan pembelajaran
3.      Novel yang berjudul “Ayat Ayat Cinta” Karya Habiburrahman El Shirazy merupakan salah satu sumber yang dapat dijadikan bahan ajar menjelaskan alur cerita, pelaku dan latar novel (asli atau terjemahan) termasuk karya sastra, maka dapat dianalisis dari segi instrinsiknya.

1.6        Definisi Operasional
Judul penelitian yang penulis ajukan adalah analisis unsur intrinsik novel “Ayat Ayat Cinta” Karya Habiburrahman El Shirazy dan pemanfaatannya sebagai bahan ajar menganalisis unsur intrinsik novel (asli atau terjemahan) di SMP kelas VIII semester 2.Agar tidak terjadi salah penafsiran atas judul tersebut, penulis kemukakan definisi operasional sebagai berikut,
1)      Analisis
Analisis adalah suatu kegiatan yang dilakukan penulis untuk meneliti, menelaah atau mengkaji sesuatu. Dalam hal ini mengkaji dan menelaah unsur intrinsik yang terdapat dalam karya sastra yang berbentuk novel.
2)      Unsur Intrinsik
Unsur intrinsik adalah unsur yang terkandung di dalam karya sastra sehingga unsur tersebut membentuk karya sastra yang dapat dinikmati oleh pembacanya. Unsur intrinsik meliputi alur cerita, pelaku, dan latar.

3)      Novel Ayat Ayat Cinta
Novel Ayat Ayat Cinta adalah sebuah novel karya Habiburrahman El Shirazy yang menceritakan tentang ketabahan dan ketegaran seorang wanita muslim kebangsaan jerman yang bernama Aisha yang menikah dengan seorang mahasiswa Al-Azhar yang berasal dari Indonesia yang menyarankan suaminya untuk melakukan poligami. Demi untuk menyelamatkan suaminya yang bernama Fahri dari tuduhan pemerkosaan terhadap perempuan yang bernama Noura dan demi menyelematkan nyawa gadis kristen koptik yang bernama Maria yang merupakan saksi kunci atas tuduhan pemerkosaan yang dilakukan Fahri terhadap Noura. Dia rela di poligami dengan penuh keikhlasan.

4)      Bahan Ajar
Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas, baik berupa bahan yang tertulis maupun bahan yang tidak tertulis. Bahan ajar yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu bahan ajar mata pelajaran Bahasa Indonesia yang dibuat oleh penulis terkait dengan Kompetensi Dasar “Menjelaskan alur cerita, pelaku, dan latar novel (asli atau terjemahan)” di SMP kelas VIII semester 2.
1.7        Kerangka Pemikiran
Menurut kamus istilah sastra, novel adalah jenis prosa yang mengandung unsur tokoh, latar rekaan yang menggelarkan kehidupan manusia atas dasar pendangan pengarang dan mengandung nilai hidup, diolah dengan teknik kisahan dan ragaan yang menjadi dasar konpensi penulisan, Zaidan (2004:136).
Menurut Abram dalam Nurgiyantoro fiksi bersinonim dengan novel. Istilah fiksi dalam pengertian ini berarti cerita rekaan atau cerita khayalan. Hal ini disebabkan fiksi merupakan karya naratif yang isinya tidak menyaran pada kebenaran sejarah, (2007:2).
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa novel adalah karangan prosa yang panjang yang mengandug rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dan menonjolkan sifat dan watak setiap pelaku.
Karangan berbentuk prosa, baru dikatakan bernilai sastra kalau memenuhi syarat-syarat literer tertentu yang tersirat daam unsur intrinsik dan ekstrinsik dari karya prosa itu, jika syarat-syarat tersebut tidak dipenuhi maka prosa itu  tidak dapat dikatakan sebagai karya sastra, Arsyad. dkk (1986:22).
Dilihat dari unsur intrinsiknya, sebuah prosa atau cerita rekaan dibangun oleh tema, amanat, plot, perwatakan, latar, dialog, dan pusat pengisahan.
Analisis aspek intrinsik karya sastra ialah menganalisis mengenai sastra itu sendiri tanpa melihat kaitannya dengan data di luar sastra tersebut, Sulaeman (2005:1).
Dengan demikian , maka penulis dapat menyimpulkan bahwa unsur dalam novel terdiri dari unsur intrinsik yang meliputi tema, alur, latar, penokohan, amanat serta gaya bahasa, dan unsur ektrinsik yang meliputi unsur religi, sosial, moral, politik, kebudayaan, ekonomi, pendidikan, sejarah, dan lainnya.
Buku bacaan yag digunakan oleh guru sebagai bahan ajar merupakan pendorong minat siswa dalam hal membaca. Buku-buku tersebut disusun berdasarkan kurikulum, buku pelajaran dan keperluan pembelajaran.
Bacon dalam Tarigan mengemukakan bahwa buku teks adalah buku yang dirancang untuk buat peggunaan dikelas dengan cermat disusun dan disiapkan oleh para pakar atau para ahli dalm bidang itu dan diperlengkapi degan sarana-sarana pengajaran yang sesuai dan serasi (1986:11).
Menurut Majid, bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan utuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar (2006:173).
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahawa bahan ajar bersinonim dengan teks yaitu segala bentuk bahan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang dilengkapi dengan sarana-sarana pembelajaran untuk menunjang program pembelajaran.
Berdasarkan uraian di atas, kerangka pemikiran dalam  penelitian ini dapat diilustrasikan dalam bagan berikut,













BAB II
LANDASAN TEORI

2.1       Ihwal Novel
2.1.1        Pengertian Novel
2.1.2        Jenis-jenis Novel
2.2       Unsur Novel
2.2.1        Unsur Intrinsik
2.2.2        Unsur Ekstrinsik
2.3       Bahan Ajar
2.3.1        Pengertian Bahan Ajar
2.3.2        Kriteria Bahan Ajar
2.3.3        Kualitas Bahan Ajar
2.3.4        Ruang Lingkup Bahan Ajar
2.4       Pemanfaatan Novel Sebagai Bahan Ajar
2.5       Hasil Penelitian Yang Relevan

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1  Metode Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil analisis unsur intrinsik novel Ayat ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy dan pemanfaatannya sebagai bahan ajar di SMP kelas VIII semester 2. Oleh karena itu, metode yang penulis gunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Pada Metode deskriptif, data yang dikumpulkan mula-mula disusun, dijelaskan dan kemudian dianalisis (karena itu metode ini sering disebut metode analitik), Surakhmad (1985:140).

3.2  Teknik Penelitian
3.2.1        Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik penelitian yang penulis gunakan adalah teknik studi pustaka dan teknik studi dokumentasi.
Teknik studi pustaka digunakan dengan cara membaca berbagai bahan pustaka yag erat kaitanya dengan masalah yang diteliti. Data yang diperoleh berupa bahan-bahan atau informasi yang berkenaan dengan masalah, yaitu unsure intrinsic sebuah novel.
Sedangkan teknik studi dokumentasi dlakukan dengan megumpulkan data penelitian dengan cara membaca secara cermat novel yang berjudul  Ayat Ayat Cinta” Karya Habiburrahman El Shirazy serta menandai penggalan-penggalan cerita yag dianggap menggambarkan unsur intrinsik novel.
3.2.2        Teknik Pengolahan Data

3.3  Instrumen Penelitian

3.4  Prosedur Penelitian
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1  Deskripsi Novel Ayat Ayat Cinta
4.2  Analisis Unsur Intrinsik Novel Ayat Ayat Cinta
4.3  Model Bahan Ajar Menganalisis Unsur Intrinsik Novel
4.4  Pembahasan
4.4.1          Pembahasan Unsur Intrinsik yang Meliputi Alur Cerita, Pelaku, dan Latar Novel Ayat Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy
4.4.2          Penyusunan Model Bahan Ajar Menganalisis Unsur Intrinsik Novel

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1  Kesimpulan
5.2  Saran

DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, M.dkk.(1986).Buku Materi Pokok Kesusastraan.Jakarta:Karunika
Majid, A.(2006).Perencanaan Pembelajaran.Bandung:Remaja Rosdakarya
Nurgiyantoro, B.(2007).Teori Pengkajian Fiksi.Yogyakarta:Gajah Mada University Press
Rosidi, A.1991.Ikhtisar Sejarah Sastra.Bandung:Angkasa
Suharyati, N.S.(2007). Analisis Unsur Sastra Novel Pelabuhan Hati Karya Titis Basino P.I  Dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar Menganalisis Unsur Intrinsik Novel Indonesia Di Kelas XI SMA Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.Skripsi:Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP UNINUS Bandung:tidak diterbitkan
Sulaeman, M.(2005).Analisis Struktur Karya Sastra Fiksi.Program Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah.Uninus. Bandung:tidak diterbitkan
Sumardjo, Jakob dan K.M, Saini.(1987).Apresiasi Kesusastraan.Jakarta:Gramedia Pustaka Utama
El Shirazy, H.(2008).Ayat Ayat Cinta.Jakarta Selatan:Republika
Surakhmad, W.(1994).Pengantar Penelitian Ilmiah.Bandung:Tarsito
Tarigan, H.G.(1981).Berbicara sebagai suatu keterampilan berbahasa.Bandung:Angkasa
Tarigan, H.G.(1986).Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia.Bandung:Angkasa
Yandianto.(2003).Kamus Umum Bahasa Indonesia.Bandung:M2S Bandung
Zaidan, A.R.(2004).Kamus Istilah Sastra.Jakarta:Balai Pustaka

LAMPIRAN-LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP PENULIS

v

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar